Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajarlah

Banyak hal yang sering dianggap keliru oleh orang pada umumnya tentang satu kata ini "BELAJAR". Sengaja saya menempatkan kata ini diantara dua tanda petik dan ditulis dalam huruf kapital agar bisa menjadi fokus bahasan saya. Iyaaa.....kata "BELAJAR", sering dipahami keliru oleh kebanyakan orang. Biasanya orang beranggapan bahwa "BELAJAR" itu hanya bisa diperoleh di bangku sekolah formal saja. Padahal menurut saya kapan dan dimanapun kita berada yang namanya "BELAJAR" ini bisa kita wujudkan. Proses pembelajaran itu setiap saat terjadi, hanya kebanyakan orang tidak menyadarinya. Alasannya mereka beranggapan bahwa "BELAJAR" hanya diperoleh dari bangku pendidikan formal semata. 

Saya teringat dengan beberapa kisah orang-orang sukses, kebanyakan dari mereka tidak mengenyam pendidikan formal. Mereka banyak belajar menimba ilmu justru di luar kungkungan sistem pendidikan yang ada. Oleh karenanya kita tidak boleh kaku dalam memaknai kata "BELAJAR", karena kata ini sebenarnya tidak sekaku yang sering kita definisikan. "BELAJAR" itu sangat simple untuk diaplikasikan sebagaimana simplenya deretan kata "BELAJAR" itu sendiri. Singkatnya saya ingin mengatakan ambilah pelajaran disetiap hela nafas kehidupan ini, niscaya ilmu yang berharga akan selalu mengikut dan yakin suatu saat akan berguna bagi kita maupun untuk orang banyak. 

Kemauan “BELAJAR” hendaknya jangan pernah lepas dari hidup kita, kecuali kita tidak lagi hidup…..hehehhe iyalah masa iya dunk…:-). Mengapa saya katakan seperti itu..??, karena tidak sedikit orang yang sudah merasa cukup, merasa tua dan tidak mau lagi menerima kata “BELAJAR” ini. Padahal yang namanya ilmu itu selalu berkembang mengikuti zaman yang melaju sedemikian kencangnya. Mentang-mentang sudah full gelar, rambut dan jenggotnya sudah memutih, mereka sudah enggan lagi untuk "BELAJAR". Bahkan, hanya untuk mendengar orang berbicara saja kadang sangat sulit bagi mereka dan yang paling tragis mereka kerapkali menyindir dengan kata-kata yang kurang pantas bagi orang yang dikatakan berilmu.

Idealnya, mereka seharusnya bersikap bijaksana dengan menjadi pendengar yang baik dan senantiasa memberikan tanggapan, baik berupa saran maupun kritikan yang sifatnya membangun dan memotivasi kalau perlu diajak untuk diskusi. Lebih baik lagi bagi yang mengaku memiliki kelebihan ilmu senantiasa punya prinsip, jangan melihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa yang disampaikannya. Maka sungguh hal tersebut sangat bijak. 

Sebagai penutup dari tulisan ini, saya ingin berkata satu kata saja....."BELAJARLAH"....!!! [AF]

Posting Komentar untuk "Belajarlah"