Perjalanan Ke Tanjung Uban [Part-2]
[Sambungan dari SINI] Setelah beberapa hari berada di Tanjung Uban, pekerjaan akhirnya bisa selesai dengan sangat sukses. Sambil menunggu hari yang tepat untuk balik ke Sulawesi, teman yang kebetulan warga Tanjung Uban mengajak jalan-jalan mengelilingi daerah tersebut. Ada hal yang menarik di sini, dia mengajak saya menikmati kuliner seafood yang katanya khas Tanjung Uban. Nama seafood itu adalah "gonggong". Mendengar namanya saya agak sedikit kaget plus penasaran apa sih gonggong itu?, sempat terbayang dipikiran gonggong itu adalah maaf "anjing"....hahahahah. Ternyata setelah dijelaskan bahwa gonggong itu sejenis siput laut yang katanya hanya ada di sekitar pulau tersebut.
![]() |
| Gambar Penampakan Gonggong |
Saya diajaknya ke sebuah tempat yang khusus menjual kuliner seafood jenis tersebut. Tempatnya tepat di pinggiran laut yang mirip sebuah restoran apung. Saya katakan restoran apung karena tempatnya agak sedikit menjorok jauh dari pinggir laut. Suasananya lumayan nyaman karena kita berada seolah-olah diatas sebuah kapal dengan tiupan angin laut yang sepoi-sepoi.
| Gambar Lokasi Tempat Makan Kuliner Seafood |
Selain memesan siput laut tadi yang disebut gonggong, kami juga memesan beberapa menu seafood lain diantaranya ketam sambel pedas, udang sambel pedas, dan tidak lupa cah kangkungnya. Oh yah tidak lupa juga kami memesan minuman penutup Jus Jeruk dan Es Teh. Di sini ada yang menarik menurut saya. Di Kepulauan Riau pada umumnya, tidak terkecuali di Tanjung Uban mereka tidak mengenal istilah Es Teh atau Teh Panas. Mereka menyebut Es Teh sebagai Teh Obeng dan Teh panas disebut Teh "O", begitupula sebutan untuk kopi atau sejenisnya.
![]() |
| Gambar Penampakan Gonggong, Ketam Sambel Pedas dan Cah Kangkung |
![]() |
| Gambar Penampakan Udang Goreng Sambel Pedas |
![]() |
| Gambar Penampakan Ketam Sambel Pedas |
Setelah menikmati menu sajian tadi dengan perut yang kekenyangan dan tentunya dengan kepuasan yang luar biasa, kami beranjak pulang ke penginapan. Oh yah, sebelumnya saya sempat singgah disalah satu padang pasir yang sangat luas. Ini juga menarik menurut saya. Kata teman saya padang pasir ini adalah sisa penambangan pasir yang katanya pasir-pasir inilah yang dijual ke Negeri Singapura. Saya tidak kaget mendengarnya karena sebelumnya saya sudah pernah membaca beritanya, entah disurat kabar atau dimana bahwa ada salah satu lokasi wisata pantai di singapura yang katanya pasirnya itu berasal dari Indonesia. Setelah melihat kenyataanya memang benar, kualitas pasirnya memang beda dengan pasir-pasir lain dan yang luar bisanya padang pasir di sini sangat luas. Menyedihkan kan? negeri ini pasir kita saja dijual ke negara lain, padahal kekayaan alam kita sangat fantastis hanya karena sistem dan pengelolanya saja yang tidak becus hingga pasir saja harus kita jual ke negara lain.
Itulah sepengal cerita saya tentang perjalanan ke Tanjung Uban. Sebenarnya masih banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi, termasuk kata teman saya kawasan wisata laGoi yang terkenal itu. Mudah-mudahan dilain kesempatan saya bisa kembali bertandang ke daerah ini dan berkunjung ke tempat-tempat menarik lainnya. (Selesai) [AF]




terimakasih...... smoga kenangan diatas bisa membawa anda kembali berkunjung ke tanjung uban,.....
BalasHapus