Memaknai "Ulang Tahun"
Alhamdulillah, satu lagi nikmat yang diberikan Allah di bulan Ramadhan ini. Hari ini tanggal 6 Agustus 2011 bertepatan dengan tanggal dan bulan kelahiran saya. Ini artinya usia saya bertambah satu tingkat lagi yang sebenarnya kian berkurang di mata Allah. Jatah hidup saya pelan-pelan dikurangi dan tidak tahu kapan dicabut oleh-Nya. Begitulah hakikat perulangan tahun kelahiran setiap manusia yang seharusnya dipahami.
Saya pribadi melewati setiap perulangan tahun kelahiran tidak dengan melakukan perayaan seperti kebanyakan orang. Saya sadar bahwa usia yang terus bertambah bukan berarti membuat kita harus berbangga dan gembira apalagi dengan perayaan yang super mewah. Setiap bertambahnya usia seharusnya menjadi momen yang tepat untuk mengevalusi diri. Mengevalusi setiap amal perbuatan yang kita lakukan selama hidup didunia ini. Saya melakukan evaluasi diri dengan menggunakan prinsip hidup. Prinsip hidup itulah yang menjadi standarisasi hidup saya selama ini. Saya tidak tahu dengan orang lain, apakah mereka juga punya atau tidak?. Tapi menurut saya manusia hidup di dunia ini harus memiliki prinsip hidup. Karena kalau tidak punya, hidupnya pasti seperti kata pepatah "Bagaikan kapal berlayar tanpa tujuan".
Evaluasi yang pertama dan paling utama bagi saya adalah sejauh mana usia ini digunakan untuk mengabdi kepada-Nya. Hal ini saya lakukan karena saya paham bahwa manusia diciptakan di dunia ini tidak lain hanya untuk mengabdi kepada Pencipta-Nya. Setelah itu baru saya mengevaluasi target-target hidup lainnya yang pernah ditargetkan tahun lalu. Berangkat dari sana saya bisa mengukur diri untuk memasang target selanjutnya ditahun mendatang. Dan mencari apa yang masih kurang dan harus dibenahi kedepan.
Dari prinsip hidup tadi akan lahir target-target hidup. Dan ini juga mesti dimiliki oleh setiap manusia untuk mengukur tingkat kesuksesannya. Karena menurut saya sukses itu relatif. Setiap orang memiliki ukuran kesuksesasan tersendiri. Tahun ini saya menganggap diri saya sukses dalam beberapa hal. Beberapa target hidup yang saya pasang tahun lalu bisa dicapai walau masih banyak kekurangan. Yah, walau masih banyak kekurangan syukurku akan segalanya tidak akan pernah berkurang. Allah senantiasa memberikan setiap hal yang menjadi kebutuhan saya entah itu cepat atau diperlambat dan itu menjadi bagian dari keyakinan saya.
Begitulah cara saya memaknai datangnya perulangan tahun. Diakhir tulisan ini saya tidak lupa berterimakasih kepada kedua orangtua yang telah membesarkan dan merawat saya, semoga keduanya selalu dilimpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya. Kepada istri saya tercinta yang setiap saat menemaniku dalam meniti jembatan kehidupan. Semoga kedepan saya bisa mempersembahkan yang terbaik bagi kalian dan orang banyak pada umumnya. Amin.
![]() |
| Ilustrasi |
Evaluasi yang pertama dan paling utama bagi saya adalah sejauh mana usia ini digunakan untuk mengabdi kepada-Nya. Hal ini saya lakukan karena saya paham bahwa manusia diciptakan di dunia ini tidak lain hanya untuk mengabdi kepada Pencipta-Nya. Setelah itu baru saya mengevaluasi target-target hidup lainnya yang pernah ditargetkan tahun lalu. Berangkat dari sana saya bisa mengukur diri untuk memasang target selanjutnya ditahun mendatang. Dan mencari apa yang masih kurang dan harus dibenahi kedepan.
Dari prinsip hidup tadi akan lahir target-target hidup. Dan ini juga mesti dimiliki oleh setiap manusia untuk mengukur tingkat kesuksesannya. Karena menurut saya sukses itu relatif. Setiap orang memiliki ukuran kesuksesasan tersendiri. Tahun ini saya menganggap diri saya sukses dalam beberapa hal. Beberapa target hidup yang saya pasang tahun lalu bisa dicapai walau masih banyak kekurangan. Yah, walau masih banyak kekurangan syukurku akan segalanya tidak akan pernah berkurang. Allah senantiasa memberikan setiap hal yang menjadi kebutuhan saya entah itu cepat atau diperlambat dan itu menjadi bagian dari keyakinan saya.
Begitulah cara saya memaknai datangnya perulangan tahun. Diakhir tulisan ini saya tidak lupa berterimakasih kepada kedua orangtua yang telah membesarkan dan merawat saya, semoga keduanya selalu dilimpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya. Kepada istri saya tercinta yang setiap saat menemaniku dalam meniti jembatan kehidupan. Semoga kedepan saya bisa mempersembahkan yang terbaik bagi kalian dan orang banyak pada umumnya. Amin.

Posting Komentar untuk "Memaknai "Ulang Tahun""