L*** A** Maskapai Penerbangan yang Semena-mena
Jum’at tanggal 13 Januari 2012, saya mendapatkan satu pelajaran dan pengalamaan berharga. Ditingal pesawat. Seperti biasa setiap akhir dan awal tahun banyak tugas kerja ke luar kota. Saya selalu menggunakan jasa perjalanan via udara untuk setiap kota yang menjadi tujuan saya. Ceritanya seperti ini, pada tiket pesawat saya tercantum tanggal keberangkatan 13 januari 2012 pukul 08.04 wita, saya tiba di bandara sekitar pukul 07.50 wita. Dengan tergesa-gesa saya menuju area check-in.
Tapi dengan sangat terkejut saya dinyatakan telat oleh pihak maskapai itu. Kata petugas maskapai tersebut bahwa pesawat sudah berangkat lebih awal karena waktunya dimundurkan dan sudah tidak bisa lagi melakukan check-in. Saya sadar bahwa saya memang agak telat karena perjalanan dari rumah ke bandara lumayan jauh dan ditengah perjalanan saya sempat mendapatkan hambatan alias macet.
Tapi dengan sangat terkejut saya dinyatakan telat oleh pihak maskapai itu. Kata petugas maskapai tersebut bahwa pesawat sudah berangkat lebih awal karena waktunya dimundurkan dan sudah tidak bisa lagi melakukan check-in. Saya sadar bahwa saya memang agak telat karena perjalanan dari rumah ke bandara lumayan jauh dan ditengah perjalanan saya sempat mendapatkan hambatan alias macet.
![]() |
| Lion Air |
Saya sempat melayangkan protes bahwa ini belum sampai pukul 08.00 berarti saya masih punya kesempatan dong untuk ikut pada penerbangan tersebut, kata saya kepada petugas itu. Petugas itu mengatakan dengan wajah yang tidak besahabat “Maaf pak, bapak sudah telat dan tiketnya dinyatakan hangus…..!!!”. Tidak sampai disitu saya juga berusaha untuk tetap bisa berangkat dengan tiket itu walau dengan penerbangan pada jam berikutnya. Tapi sayang kesempatan itu tetap tidak bisa, alasannya karena tiket saya tiket promo. Alhasil tiket saya dinyatakan HANGUS.
Dengan hati yang sangat kesal saya kembali ke luar untuk memikirkan rencana selanjutnya. Saat itulah datang seseorang menawarkan diri untuk membantu saya. Yah saya tahu dia adalah calo tiket di bandara itu. Dengan bantuan dia tiket saya bisa kembali di”hidupkan” itu bahasa dia, walau dengan kompensasi membayar sejumlah uang yang kurang lebih sama dengan harga tiket normal. Karena kebutuhan harus berangkat hari itu juga saya terima saja walau dengan sangat merasa rugi.
Saya akhirnya bisa berangkat pada penerbangan berikutnya dengan tetap pada maskapai tersebut. Tapi ada hal yang menurut saya sangat mengganjal di hati hingga saya mengatakan bahwa maskapai penerbangan ini semena-mena. Lanjut cerita setelah tiket saya diurus sama calo tersebut saya sudah bisa check-in dengan tiket yang sama pada penerbangan selanjutnya. Pada boarding pass tercantum penerbangan pada pukul 09.15 wita, setelah sampai di ruang tunggu jam tangan saya menunjukkan pukul 09.05 wita. Dalam hati saya bergumam, "sebentar lagi berangkat".
Namun setelah sekian lama menunggu pesawat belum juga berangkat alias delay. Dan tidak tanggung-tanggung delay-nya hingga 1 jam lewat beberapa menit. Ternyata bukan hanya saya sendiri yang bernasib seperti itu. Saya bertemu dengan seorang bapak-bapak yang kurang lebih mengalami hal yang sama dengan apa yang saya alami. Sejauh perbincangan kami ada satu kalimat yang menurut saya sangat pas diucapkan bapak tadi untuk maskapai ini “Begitulah kalau perusahaan besar semena-mena saja dalam berbuat, kalau kita yang terlambat semenit tidak ada toleransi sama sekali tapi kalau mereka telat berjam-jam kita sama sekali tidak mendapatkan kompensasi apapun”.
Saya paham apa yang menjadi kekesalan bapak itu sebagaimana kesalnya hati saya saat itu.
Akhirnya setelah sekian lama delay saya juga bisa berangkat dengan hati yang masih sangat kesal. Tapi dari kejadian ini saya mendapat satu pelajaran dan pengalaman berharga.

Posting Komentar untuk "L*** A** Maskapai Penerbangan yang Semena-mena"