Wisata Murah dan Mendidik di Jakarta Utara
Bulan Februari kemaren saya sempat singgah seminggu di Jakarta. Saya menginap disalah satu hotel di daerah Pluit Jakarta Utara. Saat libur akhir pekan saya mencoba mencari ide mengisi kekosongan aktivitas. Iseng-iseng saya browsing mencari tempat-tempat wisata di daerah tersebut. Walhasil saya menemukan tempat yang saya cari dan memang banyak direkomendasikan orang-orang yakni wisata di Museum Bahari dan Kota Tua.
Tanpa berlama-lama saya segera bersiap menuju tempat tersebut. Dari hotel tempat saya menginap ternyata hanya membutuhkan beberapa menit untuk tiba kesana. Saat sampai di Museum Bahari saya langsung masuk di area Menara Syahbandar. Menara Syahbandar adalah menara tua peninggalan belanda yang masih berdiri kokoh padahal di bangun sekitar tahun 1839 (walau sudah berkali-kali melakukan renovasi).

Konon dahulu menara ini digunakan sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor "pabean" yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa. Saat kita menaiki menara ini akan kita dapati banyak pajangan-pajangan yang menggambarkan awal mula berdirinya menara ini serta informasi-informasi tambahan lainya. Ketika kita mencapai puncak maka akan terlihat dengan sangat jelas daerah-daerah disekitar menara tersebut, terutama jejeran kapal-kapal di pelabuhan sunda Kelapa. Ada kepuasan tersendiri saat kita berada di puncak menara ini.


Walau dijadikan sebagai tempat tujuan wisata, menara dan daerah-daerah disekitarnya seperti tidak mendapatkan perhatian banyak dari pemerintah. Kita bisa melihat banyaknya sampah-sampah disekitar sungai yang menghitam dan memencarkan bau busuk. Harapan saya dan kemungkinan menjadi harapan banyak orang juga, mudah-mudah kedepan pemerintah setempat bisa memperhatikan daerah wisata ini. Karena sebenarnya wisata di tempat ini selain dari biayanya yang relatif murah nuansa historis dan pendidikannya yang utama menurut saya.

Setelah dari menara syahbandar saya berpindah ke museum Bahari. Di museum ini akan kita dapati banyak koleksi-koleksi yang bernuansa kebaharian seperti miniatur-miniatur kapal, macam-macam lampu mercusuar dan beberapa peninggalan kapal phinisi yang masih fenomenal sampai sekarang ini. Serta banyak pajangan-pajangan yang menerangkan sejarah perbaharian di Indonesia dan Dunia. Setelah berkeliling cukup lama di museum tersebut, saya langsung menuju Kota Tua.
Kenapa disebut Kota Tua ?? Karena kota ini adalah kota lama peninggalan Belanda. Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. Sekarang Kota Tua menjadi salah satu situs sejarah yang di lindungi oleh Negera. Selain itu kota tua juga sudah menjadi tempat wisata bagi orang-orang yang bertandang ke Jakarta.


Itulah sedikit catatan saya saat berada di Jakarta Utara. Jadi, kalau anda sedang berada di sekitar daerah ini jangan lupa bertandang ke 3 tempat wisata ini. Selain murah nilai pendidikannya tidak kalah dengan tempat-tempat lain. Sampai jumpa......
Baca juga beberapa edisi Traveling saya di SINI

Konon dahulu menara ini digunakan sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor "pabean" yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa. Saat kita menaiki menara ini akan kita dapati banyak pajangan-pajangan yang menggambarkan awal mula berdirinya menara ini serta informasi-informasi tambahan lainya. Ketika kita mencapai puncak maka akan terlihat dengan sangat jelas daerah-daerah disekitar menara tersebut, terutama jejeran kapal-kapal di pelabuhan sunda Kelapa. Ada kepuasan tersendiri saat kita berada di puncak menara ini.

Walau dijadikan sebagai tempat tujuan wisata, menara dan daerah-daerah disekitarnya seperti tidak mendapatkan perhatian banyak dari pemerintah. Kita bisa melihat banyaknya sampah-sampah disekitar sungai yang menghitam dan memencarkan bau busuk. Harapan saya dan kemungkinan menjadi harapan banyak orang juga, mudah-mudah kedepan pemerintah setempat bisa memperhatikan daerah wisata ini. Karena sebenarnya wisata di tempat ini selain dari biayanya yang relatif murah nuansa historis dan pendidikannya yang utama menurut saya.

Setelah dari menara syahbandar saya berpindah ke museum Bahari. Di museum ini akan kita dapati banyak koleksi-koleksi yang bernuansa kebaharian seperti miniatur-miniatur kapal, macam-macam lampu mercusuar dan beberapa peninggalan kapal phinisi yang masih fenomenal sampai sekarang ini. Serta banyak pajangan-pajangan yang menerangkan sejarah perbaharian di Indonesia dan Dunia. Setelah berkeliling cukup lama di museum tersebut, saya langsung menuju Kota Tua.
Kenapa disebut Kota Tua ?? Karena kota ini adalah kota lama peninggalan Belanda. Kota Tua Jakarta juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. Sekarang Kota Tua menjadi salah satu situs sejarah yang di lindungi oleh Negera. Selain itu kota tua juga sudah menjadi tempat wisata bagi orang-orang yang bertandang ke Jakarta.


Itulah sedikit catatan saya saat berada di Jakarta Utara. Jadi, kalau anda sedang berada di sekitar daerah ini jangan lupa bertandang ke 3 tempat wisata ini. Selain murah nilai pendidikannya tidak kalah dengan tempat-tempat lain. Sampai jumpa......Baca juga beberapa edisi Traveling saya di SINI
Posting Komentar untuk "Wisata Murah dan Mendidik di Jakarta Utara"