Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Bekerja Menuai Berkah

iantara kewajiban yang dibebankan kepada seorang muslim adalah memberi nafkah dirinya sendiri, keluarga dan orang-orang yang berada di bawah tanggungjawabnya. Bila seseorang memperoleh nafkah yang cukup dan didapatkan dari cara yang halal, kemudian membelanjakannya dengan cara yang makruf, tentunya, nafkah itu akan menjadi keberkahan dan menjadi sarana untuk beribadah kepada Allah swt. Sebaliknya, meskipun seseorang mendapatkan penghasilan yang melimpah ruah, namun didapatkannya dari jalan yang haram, serta dibelanjakan tidak dengan cara yang makruf, maka nafkah semacam ini, justru akan menjadi bencana dan dosa.


Di tengah kehidupan yang serba materialistik-kapitalistik ini, rasa-rasanya sangatlah sulit bagi seseorang Muslim untuk mendapatkan penghasilan dan nafkah yang baik. Pasalnya, hampir semua pekerjaan telah tercemar dengan praktek-praktek yang diharamkan oleh Allah swt. Suap, korupsi, riba, manipulasi, ghibah, memata-matai, dan lain sebagainya telah menjadi budaya kerja yang sulit untuk dihindari. Kerja tidak lagi dipandang sebagai ibadah yang mesti mengikuti ketentuan halal dan haram. Akan tetapi, kerja hanya dipandang sebagai cara untuk memperoleh harta dan penghasilan sebanyak-banyaknya. Akibatnya, prinsip-prinsip syariat dikesampingkan, bahkan dibuang sejauh-jauhnya demi apa yang dinamakan dengan "profesionalitas" dan capaian-capaian materi. Lebih dari itu, tidak lagi menyandarkan seluruh perbuatannya (tawakal) kepada Allah, swt akan tetapi lebih bersandar pada kemampuan dan kejeniusan belaka.


Seorang muslim mestinya harus tetap konsisten dan konsekuen dengan ajaran Islam ketika bekerja dan mengais rezeki-Nya. Ia tidak boleh mengabaikan atau meninggalkan ketentuan bekerja dan mencari nafkah di dalam Islam. Dalam kondisi apapun, ia mesti mempertahankan prinsip halal dan haram di atas prinsip kapitalistik "mengejar dan meraih keuntungan sebesar-besarnya." Ia juga harus menjauhi sejauh-jauhnya semua pekerjaan yang haram dan semua profesi yang bisa menjerumuskannya kepada kerendahan dan kenistaan ahlaq. Ia juga harus menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat, ketika berusaha dan bekerja. Ini ditujukan agar hidup memperoleh kebahagiaan dan keberkahan. Lebih dari itu, nafkah yang halal dan baik merupakan "pangkal" diterimanya doa dan Ibadah kita. (AF)

Posting Komentar untuk "Agar Bekerja Menuai Berkah"