Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Pilihan Mau Jadi Pemain atau Penonton

“Menjadi pemain lebih baik dari pada hanya menjadi penonton”. Kurang lebih seperti itu kalimat yang diucapkan Ust. Dirwan Abdul Jalil dalam acara Konferensi Tokoh Umat yang dilangsungkan di Gedung Andi Pangeran Pettarani Unhas, 17/06/2012. Kalimat tersebut terlihat sederhana namun dibaliknya menyimpan makna yang luar biasa, terutama bagi teman-teman aktivis dakwah yang merindukan tegaknya Syariah dan Khilafah. Sudah sangat jelas jika seorang actor memainkan sebuah permainan dan berhasil memenangkan permainan tersebut sudah pasti mendapatkan reward dari apa yang diusahakannya. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan penonton yang hanya bisa menikmati apa yang dimainkan sang actor tanpa memperoleh apa-apa.

Sejak dahulu hingga kini, hambatan dan rintangan dakwah untuk tegaknya syariah dan khilafah terus menghadang seolah tiada habisnya. Namun karena kegigihan dan semangat dari para pengembannya, hambatan dan rintangan tersebut bisa dilalui tahap demi setahap. Para pengemban dakwah menjadikan hambatan dan rintangan itu sebagai tantangan yang berakhir nikmat saat semuanya bisa dihadapi. Saat ini gaung syariah dan khilafah semakin membahana bukan hanya di Indonesia tetapi hampir diseluruh belahan bumi ini. Kaum muslim seolah tersadar dari tidur yang amat panjang dan perlahan bangkit menyuarakan satu tuntutan yang sama yakni ingin kembali diatur oleh syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah.

ilustrasi
Saat awal ide syariah dan khilafah digulirkan banyak suara-suara sumbang yang pesimistis dengan ide ini. Bahkan tidak jarang ada yang mengatakan ide ini mustahil bin utopis. Sekali lagi karena kegigihan dan semangat para pengembannya hingga kini suara-suara sumbang itu kian berlalu dan nyaris tidak terdengar lagi. Perlahan-lahan ditutupi dengan gema opini syariah dan khilafah yang semakin mendominasi. Banyak yang dahulunya pesimistis bahkan membenci ide ini pelan-pelan sudah mengalihkan dukungannya bahkan berjuang agar ide ini segera terwujud dan menjadi kenyataan. Itulah permainan yang senantiasa berlangsung hingga tujuan para pengemban dakwah ini tercapai. Secara pribadi saya merasa sangat bahagia menjadi bagian dari pemain dibanding hanya menjadi penonton yang hanya mau cari aman dan enaknya saja.

Saat ust. Dirwan Abdul Jalil mengucapkan kalimat “Menjadi pemain lebih baik dari pada hanya menjadi penonton”, saya langsung teringat dengan pertandingan Barcelona vs Chelsea di ajang Liga Champion beberapa bulan yang lalu. Sebagai penikmat bola tentu saya menyempatkan untuk menyaksikan pertandingan tersebut hingga usai. Saat Chelsea memenangkan pertandingan itu terlihat betapa gembiranya para supporter Chelsea atas kemenangan teamnya. Hal itu bisa kita lihat bagaimana euphoria kegembiraan para supporternya di stadion itu. Tapi dibalik kegembiraan itu ada satu hal yang tidak banyak difikirkan oleh kebanyakan orang terkhusus bagi mereka yang menonton pertandingan itu, bahwa apa yang diperoleh para pemain jauh berbeda dengan apa yang dimiliki oleh para supporter. Pemain mendapatkan penghargaan yang luar biasa sedangkan penonton tidak memperoleh apa-apa hanya bisa berdecak kagum dengan apa yang diperoleh oleh para pemain. 

Begitulah kiranya analogi buat para pengemban dakwah, pejuang syariah dan khilafah. Insya Allah reward yang kita dapatkan akan jauh lebih besar dibandingkan dengan dunia ini. Reward yang akan menjadikan para penonton itu iri dengan kita. Kelak mereka hanya bisa berdecak kagum bahkan menyesali diri saat mereka diberi kesempatan dan pilihan untuk menjadi pemain tapi tidak mereka gunakan. Olehnya itu melalui tulisan ini saya pribadi mengingatkan saudara-saudaraku selagi masih diberi kesempatan ambil bagianlah dalam tugas mulia ini, jadilah pemain agar kelak bukan penyesalan yang kita dapatkan. Bagi para pemain teruslah memainkan permaian indah ini hingga cita-cita mulia kita tercapai atau kita binasa karenanya. Teruslah bermohon kepada Allah agar kita ditetapkan istiqamah dalam jalan yang telah kita rintis selama ini. Salam…. (TA)

Posting Komentar untuk "Ada Pilihan Mau Jadi Pemain atau Penonton"