Bagaimana Mengatur Arus Keuangan Keluarga ?
Saya kebetulan berlangganan newsletter dari situs ngaturduit.com dan selalu dikirimi email tentang bagaimana mengatur finansial keluarga. Kebetulan kemaren saya dikirimi satu email mengenai "Bagaimana Mengatur Arus Keuangan/Cash Flow Keluarga".
Tulisannya lumayan menarik dan mungkin bisa membantu mengatasi persoalan pengaturan keuangan dikeluarga kita. Karena terkadang pengeluaran kita sehari-hari dalam rumah tangga tidak terkontrol dan jika tidak diatur sedemikian rupa bisa terjadi defisit diakhir bulan. Silahkan disimpak tulisan berikut :
Tulisannya lumayan menarik dan mungkin bisa membantu mengatasi persoalan pengaturan keuangan dikeluarga kita. Karena terkadang pengeluaran kita sehari-hari dalam rumah tangga tidak terkontrol dan jika tidak diatur sedemikian rupa bisa terjadi defisit diakhir bulan. Silahkan disimpak tulisan berikut :
![]() |
Kita tentu tidak asing dengan pribahasa “Lebih Besar Pasak Daripada Tiang”, yaitu saat pengeluaran lebih besar dari pemasukan maka terjadi defisit. Defisit sebenarnya merupakan persoalan yang bisa menimpa siapa saja. Sebagai jalan keluar yang paling mudah orang biasanya mengandalkan utang untuk menutup kekurangan itu. Tetapi kalau defisit terus menerus maka tujuan keuangan kita tanpa kita sadari adalah terjerat utang yang semakin menumpuk. kita tentu tidak ingin hal tersebut terjadi. Karena itu kita perlu menata arus keuangan/cash flow (pendapatan dan pengeluaran) dengan benar.Hanya ada dua cara untuk menghindari defisit dan mencapai surplus sehingga kita bisa mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Cara yang pertama adalah dengan meningkatkan pendapatan. Kalau dengan cara pertama belum bisa maka dengan cara kedua adalah dengan menekan pengeluaran. Yang harus selalu kita ingat, pengeluaran bukan hanya untuk membayar biaya hidup hari ini saja, tapi juga untuk membayar biaya hidup di masa yang akan datang. kita harus mulai sadar sejak sekarang bahwa kebutuhan hidup dimasa mendatang sangatlah mahal, karena adanya inflasi.Pengeluaran yang tidak tercatat ini yang dapat menjadi sumber defisit. Dengan melakukan pencatatan, kita bisa mendeteksi apa yang disebut dengan istilah bocor halus. Yang dimaksud dengan bocor halus adalah pengeluaran kecil tetapi rutin dan bisa membahayakan keuangan kita atau keluarga. Misalnya pengeluaran untuk transportasi seperti bensin, tol dan parkir.Dalam menata anggaran sebaiknya kita harus terlebih dahulu membuat prioritas antara kewajiban, kebutuhan dan keinginan. kita harus menyadari tujuan dan manfaat pengeluaran tersebut. Kalau memang dibutuhkan, ketahui apakah pendanaan mencukupi dan apa resiko terhadap keuangan kita. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangatlah tipis.Pencatatan pengeluaran saja tentu tidak cukup untuk menekan pengeluaran. Supaya terhindar dari defisit, kita perlu menyusun anggaran. Dengan menyusun anggaran kita bisa memiliki kendali terhadap pengeluaran. Anggaran pun harus dibuat berdasarkan pos-pos pengeluaran. kita sudah memanfaatkan fitur Anggaran di NgaturDuit.com? Di situ kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran. Jika pengeluaran sudah mendekati atau bahkan melewati pos anggaran, maka kita akan diingatkan melalui email. Membantu bukan?Berapa porsi atau nilai yang pas untuk setiap pos anggaran pengeluaran ? Tidak ada ukuran yang pas untuk semua orang. Masing-masing individu pasti mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Besarnya pos pengeluaran juga tergantung pada sumber pendapatan dan tanggungan keluarga. Meski begitu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pos untuk cicilan hutang misalnya tidak boleh lebih dari 30% dari pengeluaran kita. Kemudian kita perlu menganggarkan pos investasi untuk biaya masa depan, jika memungkinkan, minimal sebesar 10% dari total pengeluaran. Pos investasi ini bisa terdiri dari tabungan dll.Segala cara dapat kita lakukan untuk menekan pengeluaran. Dari mulai membiasakan hidup hemat, menghilangkan sifat boros, dan berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Yang penting pengeluaran harus diatur bukan hanya untuk menghindari defisit saja namun juga menghasilkan surplus demi tercapainya tujuan keuangan kita. Jadi rencanakan sejak dini, nikmati hari ini dengan selalu menyisihkan dana untuk keperluan di masa depan.
*) Penulis Yanti Sintia, SE, RPP - Junior Associate Advisor AFC Financial Check Up - Ngaturduit.com.
SEMOGA BERMANFAAT

Posting Komentar untuk "Bagaimana Mengatur Arus Keuangan Keluarga ?"