Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kalau Bukan Untuk Dakwah, Untuk Apa Coba ???

Belum lama ini saya bertemu dua tokoh inspiratif dalam mengarungi dakwah ini, salah satunya Jubir HTI Ust. Ismail Yusanto. Dalam tausiyahnya beliau mencoba untuk memotivasi para pengemban dakwah untuk tetap bersemangat dalam memperjuangkan syariah dan khilafah. Beliau memaparkan tentang perbedaan ahli surga dan ahli neraka.

Menurut beliau untuk melihat siapa yang ahli surga dan siapa yang ahli neraka, itu akan kita dapati ketika pada hari pembalasan kelak. Namun beliau menambahkan bahwa pada prosesnya antara ahli surga dan ahli neraka bisa dilihat ciri-cirnya di dunia ini. Ada satu kalimat sederhana yang bisa menggambarkan penjelasan di atas, “Bahwa tidak mungkin memperoleh hasil yang sama pada proses yang berbeda”. Satu ungkapan dari beliau yang sederhana namun penuh dengan arti.


Ilustrasi
 Beliau kemudian memberikan pandangan bahwa seharusnya kita semua bersyukur mendapat predikat pengemban dakwah dalam satu jamaah yang memperjuangkan diterapkannya syariah dan khilafah. Bisa kita bayangkan penduduk bumi ini sekitar 7 milyar manusia. Dari 7 miliar ini tidak semua berada dalam barisan manusia-manusia yang taat kepada Allah. Dari sekian banyak manusia yang taat kepada Allah tidak semua diberi kesempatan untuk menjadi pengemban dakwah. Dari sekian banyak pengemban dakwah tidak semua diberi kesempatan untuk berjuang demi tegaknya syariah dan khilafah. Padahal perjuangan syariah dan khilafah ini adalah satu keutamaan di atas segala keutamaan dalam agama ini.

Beliau meneruskan dengan membandingkan orang-orang yang tidak terjun kedalam kancah dakwah dengan para pengemban dakwah. Bahwa dakwah adalah segalanya, bahwa dakwah adalah yang utama, bahwa dakwah adalah poros kehidupan seorang muslim itu inti yang ingin disampaikan beliau. Beliau memberikan pertanyaan menggugah akal pikiran dengan bertanya “Kalau bukan untuk dakwah, lantas untuk apa coba ??”. Anda punya harta melimpah kalau tidak didedikasikan untuk dakwah, untuk apa coba ?? sangat rugilah seandainya hanya digunakan untuk pemuasan nafsu belaka. Anda diberkahi dengan umur yang panjang, kalau tidak digunakan untuk dakwah, untuk apa coba ?? masa muda, masa tua sampai keliang lahat seoalah hidup tidak berarti.

Anda punya sesuatu, anda ingin memiliki sesuatu, anda mengejar sesuatu, anda melakukan sesuatu, anda ingin meraih sesuatu maka niat dan dedikasikanlan untuk dakwah agar segalanya tidak lenyap begitu saja. Berkontribusilah untuk kehidupan yang abadi kelak, jangan terlena dengan kondisi dunia ini dengan menyia-nyiakan kondisi yang bisa mengantarkan kita menjadi ahli surga kelak. Kejarlah, raihlah apa yang ingin anda capai di dunia ini tapi ingat, niatkan dan dedikasikanlah untuk Dakwah karena kalau tidak kerugian nyatalah yang bakal kita dapatkan. [AF]

Posting Komentar untuk "Kalau Bukan Untuk Dakwah, Untuk Apa Coba ???"